Gunungkidul, muspla.sch.id – SMK PK merupakan salah satu program prioritas dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Pendidikan Vokasi) Kemendikbud pada tahun 2021 ini. Program ini lahir sebagai upaya pengembangan SMK dengan program keahlian tertentu agar mengalami peningkatan kualitas dan kinerja. Tentunya, pencapaian tersebut harus diperkuat dengan adanya kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDIKA), serta perguruan tinggi sebagai pendamping.
SMK Muhammadiyah 1 Playen adalah sekolah kejuruan swasta di Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta yang mendapat kesempatan menjadi salah satu sekolah prototype yang ditunjuk sebagai Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK-PK). Kompetensi keahlian yang ditunjuk di SMK Muhammadiyah 1 Playen sebagai Kompetensi Keahlian Pusat Keunggulan adalah Program Keahlian Teknik Mesin.

SMK Muhammadiyah 1 Playen mengadakan Sosialisasi Pengembangan SMK Pusat Keunggulan bersama UAD dan PT YPTI pada hari Rabu, 22 September 2021.

Pada hari Rabu, 22 September 2021, bertempat di Gedung CoE SMK Muhammadiyah 1 Playen Unit II, SMK Muhammadiyah 1 Playen mengadakan sosialisasi kepada warga sekolah dengan tema kegiatan “Workshop dan Sosialisasi Pengembangan SMK Pusat Keunggulan SMK Muhammadiyah 1 Playen”. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 90 peserta, yang terdiri dari Pengawas Pembina, Tim DUDIKA, Dinas Pendidikan Provinsi (Unsur Pimpinan), Komite Sekolah, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Ketua KK PK, guru, serta staf. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring. Meskipun demikian, kegiatan tetap berjalan sesuai protokol Kesehatan.

Kegiatan Sosialisasi Pengembangan SMK Pusat Keunggulan dilaksakanan di Gedung CoE SMK Muhammadiyah 1 Playen.

Kegiatan diawali dengan sambutan kepala SMK Muhammadiyah 1 Playen yang diwakili oleh Bapak Triyono, S.Pd., Bidang SDM, “Guru dan karyawan SMK Muhammadiyah 1 Playen diharapkan mampu berinovasi, keluar dari zona nyaman, memiliki terobosan-terobosan baru sehingga mampu menghadapi tantangan global yang semakin berat,”ungkap beliau.
Bapak Drs. H. Suherman, M.PI., selaku Wakil Kepala Dinas Dikpora DIY, membuka kegiatan workshop dan sosialisasi. Dalam sambutannya beliau berkata, “Dengan ditunjuknya SMK Muhammadiyah 1 Playen sebagai SMK Pusat Keunggulan, maka perlu adanya peningkatan kompetensi baik dari tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan.”
SMK PK harus memiliki pendamping dari Perguruan Tinggi (PT) yang ditetapkan oleh Ditjen Pendidikan Vokasi. Perguruan Tinggi yang tertunjuk mendampingi program SMK Muhammadiyah 1 Playen adalah UAD yang pada kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Ali Tarmuji, S.T., M.Cs. sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, beliau menuturkan bahwa “Seluruh SMK di Indonesia diharapkan menjadi unggul.” Menurutnya, banyak hal yang harus dilakukan SMK Muhammadiyah 1 Playen untuk menjadi sekolah Pusat Keunggulan, antara lain SMK PK harus sudah menggandeng dunia industri, Visi dan Misi harus diubah atau disesuaikan dengan SMK PK, peserta didik dititikberatkan pada pembelajaran soft skill, kurikulum hendaknya disesuaikan dengan SMK PK, serta, alumni SMK PK diharapkan mempunyai kualitas yang tinggi.
Seperti yang telah diungkapkan oleh Bapak Ali Tarmuji, S.T., M.Cs., bahwa Sekolah Pusat Keunggulan harus sudah menggandeng dunia industri (DUDIKA). Bapak Yudha Widyawan, S.T. merupakan Manajer Pemasaran YPTI turut diundang sebagai narasumber perwakilan dari PT YPTI, mitra DUDIKA SMK Muhammadiyah 1 Playen. Dalam pemaparannya, beliau mengungkapkan bahwa PT YPTI siap untuk melakukan kerja sama dengan pihak SMK Muhammadiyah 1 Playen kaitannya tuntutan SMK Pusat Keunggulan. “Target YPTI yaitu menjadikan lulusan SMK tidak hanya bekerja pada posisi operator, tetapi juga bisa pada posisi desain dan pemograman serta bisa mengoperasikan mesin produksi,” imbuh beliau. Sebagai mitra DUDIKA, YPTI akan menyiapkan kelas online khusus untuk siswa SMK dan juga menyiapkan sertifikat guna membantu siswa masuk ke dunia kerja dan dunia industri.
Dengan menjadi Sekolah Pusat Keunggulan, semoga SMK Muhammadiyah 1 Playen mampu menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh dengan dunia kerja. (Erni-red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *