(Playen, 12 Januari 2019). Para siswa SMK Muhammadiyah 1 Playen Kelas XII mengikuti program training motivasi belajar di awal tahun ini. Training ini diselenggarakan oleh pihak sekolah dengan tema “Sosialisasi dan Komitmen Sukses UN”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Januari 2019 di GOR  SMK Muhammadiyah 1 Playen yang diikuti sekitar 600 siswa dan orang tuanya serta bapak/ ibu guru pendamping dengan menghadirkan motivator nasional yakni Ustadz H. Puji Hartono dari pesantren masyarakat jogja.

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Playen, Drs. H. Wadiyo mengatakan bahwa training ini dilaksanakan dari pukul 08.00 dengan sususan acara: pembukaan, pembacaan kalam illahi oleh Dyah Ayu Kelas X AVA, sambutan Kepala Sekolah (Drs. H. Wadiyo), sambutan komite, sambutan Pimpinan Daerah Kabupaten Gunungkidul, motivasi dari Ustadz Puji, dan penandatanganan komitmen sukses UN oleh semua siswa kelas XII dipandu Bp H. Setyabudi, S.Pd. Kegiatan ini bertujuan merubah dan membentuk mindset, serta memberikan motivasi belajar kepada siswa menjelang UN. Kita tahu bersama bahwa sekarang ini, banyak pelajar yang pergaulannya kurang terkontrol, apalagi adanya pengaruh miras atau pergaulan bebas. Hal ini sangat berpengaruh pada hasil prestasi belajar yang menurun karena menimbulkan rasa malas. Dengan adanya kegiatan ini, mindset maupun pemikiran mereka diharapkan mampu berubah, khususnya dalam menghadapi UN dan masa depan mereka. Beliau mengharapkan melalui training itu akan bisa merubah mindset dan pola hidup para siswa untuk bisa memikirkan masa depan. Mereka diharapkan menjadi anak-anak yang mampu bertanggungjawab pada diri mereka sendiri dan keluarga, serta mampu menggapai cita-cita dengan karakter yang lebih baik.

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Playen memberikan sambutan pada kegiatan training motivasi di hari Sabtu,12 Januari 2019 di GOR SMK Muhammadiyah 1 Playen.

Sementara itu, Ustadz Puji, motivator nasional dalam materi motivasinya mendorong para siswa agar lebih bersemangat untuk meraih masa depan mereka. Menurutnya, para siswalah yang paling bertanggungjawab terhadap kesuksesan diri mereka sendiri, bukan orang tua maupun guru.

Dikatakannya, para siswa harus menyadari bahwa merekalah orang yang pertama diminta pertanggungjawaban akan kesuksesan mereka baik di dunia maupun di akhirat nanti. Oleh karena itu, mereka harus punya kedisiplinan, mental positif, kejujuran, dan sopan santun. Itulah yang diharapkan melalui training ini. Lebih lanjut, Ustadz Puji menyampaikan bahwa para siswa harus punya perencanaan masa depan mulai sekarang. Karena kalau gagal merencanakan berarti mereka telah merencanakan kegagalan.

Ustadz Puji menjelaskan, “Namun kalau mereka sudah sukses merencanakan, sesungguhnya mereka telah merencanakan kesuksesan mereka sendiri. Jadi dari sekarang kalau kita ingin menjadi orang yang hebat, orang yang semangat, dan kuat. maka kita harus merencanakan apa yang harus dilakukan mulai dari sekarang, bekal apa yang harus dimiliki, langkah apa yang harus dikerjakan dan dengan siapa kita harus belajar.”

Kegiatan ini semakin berkesan saat diakhiri dengan pengumpulan infaq oleh semua peserta untuk diberikan kepada siswa yang mendapat hasil nilai tertinggi pada UN Tahun 2019 ini. (WDN-red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *